Cerita Seks

Maya Pembantuku yang pemalu

Posted on: January 13, 2013

Beberapa hari lalu admin menerima email yang berisi cerita pengalaman seorang majikan dengan pembantunya yang malu malu, Namanya maya, selain memiliki toket gede, maya juga ternyata masih lugu dalam ml. Nah mau tau kisah nya? langsung saja cerita seks dibawah ini.

toket_abg_sma_kepencet
Ketika itu, kampus sedang libur panjang. gw menyempatkan diri untuk menyegerakan pulang ke kampung halaman. gw naik kereta dari pasar senin menuju ke stasiun di kota tempat gw menampakkan diriku untuk pertama kalinya di dunia. Setibanya gw di stasiun, gw dijemput oleh si maya pembantu di rumah memakai motor.

“baru aja nyampe ya mas?”, “iya, rin. Yang ada di rumah siapa aja?”

“wah, di rumah kosong mas. Bapak sama ibu pergi ke kondangan, di kota sebelah.”, “ooo..”

Setibanya di rumah, gw taruh tasku yang berisi pakaian, lalu ku buka dan ku ambil bagian yang kotor, baru ku masukkan kedalam mesin cuci dan sekalian gw nyalakan agar bersih semua bawaanku. Sambil menunggu cucian selesai, gw pun mandi membersihkan badanku agar tak lusuh setelah turun dari stasiun tadi.

“mas, maya bikinin mie ya sama teh anget!”, “iyaa.., taruh aja di meja makan nanti biar gw habiskan..”

Setelah mandi bersih semua badanku dan sedikit merasa pegal – pegal karena kecapekan di dalam gerbong kereta, gw sempatkan makan mie bikinan maya pembantuku. Kemudian setelah selesai, gw cuci saja sekalian piringgku agar semua capekku terkumpul jadi satu. Setelah itu, gw rebahan di kasur sambil sedikit teriak “riiin.., kesini dooong!! Pijitin gw, capek nih..”, “iya mas, sebentar gw ambil minyak telon dulu..”

maya masuk ke kamarku dan bersiap ingin memijatku. Pertama – tama, ia mengusap tanganku dengan minyak, kemudian tangannya ia gerakkan seperti mengurut – urut dan sedikit menekan.

“mas, capek banget ya, kok sampai minta pijitin sama saya..”

“iya nih rin, pegel semua badanku. Tadi di kereta sumpek penuh, sampai gw kudu nahan posisiku..”

“oalah..gimana mas pijetanku? Masih kurang, apa kelebihan mencetnya?”

“wah, udah pas rin. Kamu ni ternyata pinter mijit yaa..”

“hehe..dulu maya sempet kerja di spa salon mas. Jadi ya sedikit tahu gimana caranya. Tapi jujur udah mulai lupa – lupa ingat ini mas..”

“oo.., jadi dulu pernah kerja di salon spa?! Berapa lama emangnya?”

“Cuma dapet tiga tahunan lah mas, abis itu keluar gara – gara gw harus ikut emak pindah ke rumah yang sekarang kita tempati. Kakinya juga mas?”

“ehh..ohh..iya.. semuanya deh sekalian. Tapi mendingan gw copot aja dulu celana sama bajuku, biar gw ndak nyusahin kamu..” tentunya kemudian gw hanya tertutup selimut tipis di kamarku, dan masih sambil tengkurap di kasur. Lalu maya mulai melgwkan pijitan kembali dari telapak kaki menuju ke atas.

“mas, disana udah punya pacar belom?”, sambil memijat maya bertanya kepadgw.
“belom rin..kenapa?”

“lah, udah dua tahun kuliah kok belom dapet pacar sih mas?”

“ya mungkin gwnya juga may yang terlalu konsentrasi sama materi kuliah, kamu kan bisa lihat dari nilaiku yang cukup lumayan tinggi toh..”

“aduuhh, mass – mass.. ”, ku lihat maya sambil menggelengkan kepala seperti heran kepada alasanku.

“kamu sendiri gimana? Apa udah punya pacar?”

“ya belom sih mas, tapi kepengen juga pacaran..”

“emang kalo pacaran biasanya ngapain, kok kepengen?”

“iyaa..kan bisa cium sana cium sini, dipeluk, pokoknya saling merangsang aja mas, dibikin enak..”, maya menjawab dengan nada dan wajah yang malu – malu kucing.

“oo.., mm..ngomong – ngomong, sejujurnya kamu udang ngerangsang gw loh rin..”, gw berbicara apa adanya kepada maya.
“ihh..mas ihh..gitu..balik badannya mas, yang depan sekalian.”, sambil senyum dan sedikit malu si maya menjawab.
“lah, nggak percaya..”

Kemudian maya seketika melihat bagian selangkanganku yang tertutup selimut.

“mas, itu kok gerak naik turun?”, sambil menunjuk tangannya ke selangkanganku.

“ya ini akibatnya kamu ngerangsang gw. Mau lihat?”

“nggak ahh mas, malu..”, maya beralasan sambil tetap memijit pahgw. Tanpa basa – basi lagi, gw juga nggak mau banyak mengira – ira dan pikir –pikir lebih jauh. gw sengaja membuka selimutku sampai gw benar – benar terlihat telanjang bulat di depan maya yang memijat pahgw. Lucunya, maya tak mengatakan apapun kepadgw. Ia berkonsentrasi memijit pahgw dengan cukup tenang gw melihatnya.

maya berpindah memijat ke bagian perut dan dadgw, ia berusaha tetap tenang menghadapiku. Dua puluh menit berlalu, dan selesailah memijit tubuhku. maya pamit mau keluar istirahat.

“mas, udah mijitnya selesai. maya keluar ya, mau istirahat..”, maya memalingkan wajah dan tubuhnya dari hadapanku. Namun setelah maya membuka pintu, gw sedikit berlari kepadanya, gw balikkan tubuh dan wajahnya menghadapku, kemudian gw cium bibir maya dengan lembut. maya membalas ciumanku dengan ganasnya. Lalu gw seret dia kembali ke kasurku.

gw telentangkan tubuhnya, gw cium bibirnya kembali. Lama sekitar lima belas menit gw dan maya bercumbu, kemudian maya mengatakan sesuatu kepadgw “mas gw malu, tgwt. Tapi waktu lihat kontol mas, maya jadi basah. Nih kalo ga percaya..”, tangan maya menuntun tanganku masuk ke dalam celana dalamnya. “gw malu mau ngomong sama mas..”, “emang mau ngomong apa? Ngomong aja rin..”, “aahh..entotin gw..”. maya menjawab sambil mendesah karena memeknya gw elus – elus.
“gw pengen kontolmu mas..aaagghh…”

Lalu gw copot semua yang menempel di tubuh maya, gw cium bibirnya kembali. maya membalas melumat bibirku. gw jilat bagian daun telinga maya, gw cium tengkuknya, gw buat cupangan di sekitar leher maya.

“aaahh…aaaaahhh…aaaaaakkhh…aaahhh..enak mas..”, maya hanya mendesah tak karuan terdengar dari mulutnya. Ciuman gw turunkan ke dadanya, gw emut teteknya yang sekal, gw gigit putingnya sedikit, gw sedot – sedot sampai gw puas bergantian kiri dan kanan, gw remas – remas teteknya.

“oohhh…aaahh..aaahh..terus mas..enak..”, gw turun ke selangkangan maya, gw jilat memeknya. maya keenakan terus mendesah tak karuan “aduuuhh..enak banget ya mas dijilatin gini memekku..”. sampai sekitar lima belas menit kemudian maya orgasme hanya dengan jilatan lidahku di memeknya. maya memuntahkan cairannya dan gw hisap semuanya sampai habis.
Langsung saja gw kembali menciumi bibir si maya, sambil gw gesekkan kontolku di belahan memeknya. maya pun tak tahan langsung memegang kontolku yang ngaceng berat, diarahkannya ke lubang memeknya. “pelan – pelan mas, gw masih perawan..”, gw tekan kontolku pelan – pelan masuk ke dalam memek maya. Tiga kali tusukan, hanya kepala kontolku saja yang berhasil masuk, gw tenangkan diriku dan dirinya terlebih dahulu. Tusukan berikutnya, gw hunjamkan keras – keras ke dalam memek maya. maya pun memekik kesakitan akibat dari tusukanku.

“aaahhh…sakiiiiiiiiitt…”

maya menangis meneteskan air mata, segera saja gw peluk erat lama tubuhnya untuk menetralisir sakit yang ia rasakan. Kemudian gw lanjutkan kembali memompa memeknya, semakin lama maya semakin mendesah keenakan. Rasa sakit pecah perawannya hilang berganti kenikmatan birahi yang sangat ia dambakan.

“ooohhh…aaahhh..aaahh..ahh..tusuk mas yang dalem..enak banget kontolmu mas..”, desahan demi desahan keluar dari mulut maya merasakan sensasi persetubuhan denganku. Akhirnya setelah lama gw menusuk memek maya dengan kontolku, tubuh maya mulai bergetar hebat.

“terus mas..cepetan..gw mau keluar bentar lagi..ahh..aaahh..aahh..”, “tahan sebentar, mas juga mau keluar nih..”, “nggak bisa mas, gw udah..aaaahhh..” maya melepaskan orgasmenya dengan dahsyat. Semburan cairan orgasme yang mengenai kontolku, membuat rangsangan kontolku tak dapat menahan lagi laju spermgw. Akhirnya gw tusuk memek maya sedalam mungkin, gw keluarkan di memeknya semua spermgw.

“ooohhh…enak rin, anget banget..”, “hihihi..he’em mas, anget. Makasih ya mas..”. “mas yang makasih ma kamu, udah boleh perawanin kamu..”, “lagi dong mas, mulut maya kan belom di angetin..”, maya berbicara sambil bermanja – manja mendekap tubuhku.

Sejak saat itu selama liburan semester, jika ada kesempatan, gw selalu melgwkan hubungan intim dengan maya.
Tiga bulan berlalu, maya mengabariku jika dia hamil karengw. Akhirnya gw berterus terang kepada semua keluarggw dan keluarga maya. gw mempersunting maya sebagai istriku. Meski awalnya orang tua kita sama – sama tak setuju, tapi gw yakin suatu saat nanti pasti ada masanya..

Demikian cerita seks nya, semoga menghibur anda di tengah malam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: